Pos-pos oleh [JIN] Jurnal INDONESIA Network

Presiden Memastikan Kesejahteraan Buruh di Bogor

BOGORAYA | CILEUNGSI–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendatangi pabrik air mineral Aqua Danone di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day.

Presiden bertemu ratusan pekerja pabrik, Ahad (1/5). Presiden mengatakan kedatangannya itu untuk memastikan hubungan antara perusahaan dengan pekerja tetap terjalin baik. Iapun memastikan peningkatan kesejahteraan para pekerja.

Kepala Negara mengakhiri kunjungan dengan menanam pohon di skeitar pabrik. Kegiatan serupa pernah dilakukan Presiden saat memperingati Hari Buruh Sedunia setahun silam. (Adhie | Metrotvnews)

KOL. KAV. KUSTANTO WIDIATMOKO, M.DA, KOMANDAN BARU KOREM 061/SK

Kol. Kustanto beserta IsteriKOTA BOGOR – Dalam sebuah struktur organisasi, pergantian tongkat komando adalah bukti berhasilnya kaderisasi di tubuh organisasi tersebut. Dan TNI, sebagai organisasi paling solid di Republik ini, telah berhasil melakukannya.

Bertempat di Makorem 061/Sk, Jl. Merdeka 64 Kota Bogor, telah terjadi peristiwa yang cukup bersejarah bagi keluarga besar Korem ini. Hal ini ditandai dengan diadakannya acara Pisah-Sambut pucuk pimpinannya. Dalam acara ini hadir pula Komandan Paspamres Agus Sutomo, Bupati  Bogor Rahmat Yasin (RY) & Sekda Kota Bogor, Bambang Gunawan.

Adalah Kol. Inf. Doni Monardo, yang telah sukses memimpin -dan dikenal dengan salah satu programnya, penanaman pohon Trembesi- digantikan oleh Kol. Kav. Kustanto Widiatmoko, M. DA, salah satu lulusan terbaik Akmil tahun 1987.

Kol. Kustanto yang sebelumnya pernah menjadi Dandim 0621 dan Kasrem 061/Suryakancana ini sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat  Bogor, terlebih oleh Bupati Bogor, yang sempat menjadi mitra kerja ketika RY menjadi Ketua DPRD Kab. Bogor.

Perjalanan karier militernya sempat pula membawanya menjadi Asisten Sespri Presiden RI dan Aster Kasdam III/Siliwangi, sebelum akhirnya menjadi Danrem sekarang ini.

Adapun mengenai program yang akan dijalankannya, Suami dari Ibu Santi Pratami ini menyatakan akan melanjutkan program ketahanan wilayah yang  dianggap baik, serta mensosialisasikan berbagi hal dengan pendekatan damai, tanpa menimbulkan konflik di wilayah.   (Adhie)

DENGAN SERATUS RUPIAH, DUKUNG ENTASKAN KEMISKINAN Program Humanis Lurah Mulyaharja, Kota Bogor

KOTA BOGOR – Pembaca yth, Jika Anda memiliki uang recehan Rp 100,- apa yang akan Anda perbuat..? Beli bakso..? Beli sendal jepit..? Di zaman serba mahal seperti sekarang ini, jangankan untuk beli bakso atau sendal jepit, untuk beli sebutir permen saja sudah tidak laku! Akhirnya, banyak recehan seperti itu akhirnya terbuang percuma.

Tapi pernahkah Anda berfikir, kalau ternyata recehan itu bisa sangat bermanfaat ketika dimenej dengan baik?

Adalah Lurah Mulyaharja, Usman Tz, yang melihat potensi recehan cepe’ itu untuk kepentingan warganya yang tidak mampu. Lurah dari Bogor Selatan ini menggulirkan program Seratus Rupiah per hari per Kepala Keluarga yang ada di wilayah kerjanya, untuk membantu warganya yang kurang mampu. Diantaranya untuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni serta membantu biaya proses perawatan kesehatan. Gambaran potensinya yaitu jumlah KK 4.351 x Rp 100,-/hari. Dalam sebulan? Setahun? Silakan hitung sendiri.

Dijelaskannya mengenai tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kepedulian sosial warganya dan untuk lebih mendukung program pengentasan kemiskinan dan program jaminan kesehatan. Selain itu, sejalan dengan visi & program Pemkot Bogor.

Mengenai kesehatan warga miskin yang sudah dijamin Pemerintah -dengan menyertakan  Jamkesmas/Jamkesda/Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)- Utsman menggambarkan, “Untuk proses evakuasi/transportasi, kebutuhan selama di Rumah Sakit dan sebagainya‘kan tidak dijamin, mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit”.

Tentang teknisnya, orang pertama di Mulyaharja ini mengungkapkan, “Dananya dikumpulkan lewat RT-RW setempat, lalu disetorkan ke Kelurahan, yang langsung disetor ke Bank, jadi dananya tidak disimpan di Kelurahan dan ada komite yang ikut mengawasi saat penggunaannya”.

Diakui oleh Usman, inspirasi program ini dari Talkshow salah satu media TV. “Mencontoh yang baik tidak ada salahnya, dan kita mulai dari yang mau dulu, kita kelola. Insya Alloh yang lain akan mengikuti, setelah mereka faham manfaat riil yang dirasakan warga. Arah ke depannya, Insya Alloh akan menjadi gerakan ZIS (Zakat-Infaq-Shodaqoh)”.

Sebagai penutup dialognya dengan BOGORAYA, diungkapkannya, “Janganlah kita banyak bicara/retorika. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan saja! sekecil apapun”.

Oke deh Pak, Semoga istiqomah & diridhoi Alloh!

(Red. Adhie)

DISDIK KAB. BOGOR ADAKAN LOMBA SISWA, GURU, KEPALA SEKOLAH & PENGAWAS BERPRESTASI

KAB. BOGOR – Bertempat di Kampus Al Madinah, Karadenan, Kab. Bogor, Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Bogor mengadakan Lomba siswa, guru & Kepala Sekolah berprestasi se-Kabupaten Bogor untuk tahun 2011 pada tanggal 12 s/d 14 April 2011.

Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dr. Gada Sembada, M.Pd ini memiliki tujuan untuk memberikan motivasi dalam peningkatan prestasi pengabdian, loyalitas dan dedikasi serta darma baktinya kepada bangsa dan Negara melalui kompetensinya secara profesional. Selain itu untuk mengangkat harkat & martabat atas dedikasi, prestasi  dan pengabdian profesionalnya sebagai bangsa yang dihormati masyarakat.

Menurut ibu Emi Rusmianah selaku penanggung jawab acara ini, peserta dari TK dan SD merupakan hasil seleksi dari pihak sekolah dan tingkat Kecamatan. Sedangkan untuk SMP dan SMA, hasil seleksi dari sekolah masing-masing. Hasil kerja penyelenggara acara ini terlihat dari jumlah peserta yang ada. “Jumlah peserta melebihi target”, ungkap Ibu Emi yang juga sebagai Kepala Seksi Tenaga Pendidik/Kasi Tendik SMA-SMK Disdik Kab. Bogor ini.  Adapun jadwalnya, tanggal 12 – 13 April Pelaksanaan pemilihan, 14 April pembinaan/pembekalan untuk Juara ke tingkat Propinsi. Adapun penghargaan bagi Juara lomba ini akan diadakan pada tanggal 2 Mei 2011, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional,  di komplek Pemkab Bogor.

Acara yang diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai TK, SD, SMP dan SMA ini terlihat begitu antusias. Salah seorang peserta yang kami wawancarai, Bp. Doni Rahman, dari SD IT Tarbiyatun Nisa –yang mewakili Kec. Rancabungur- menyatakan pihaknya membawa siswa untuk ikut serta dengan harapan mendapatkan prestasi yang lebih baik dan bisa menyalurkan minat & keterampilan , serta lebih kompetitif. Sekolah ini memang sudah sering mengukir prestasi, diantaranya juara umum siswa prestasi tingkat Kecamatan (Reiza Reynaldi), juara lukis tingkat nasional ( Rojiati Rahmatina), juga Kepala Sekolah TK IT Teladan 2010 tingkat Propinsi (Ibu Ucu Sulastri, SPd). Sekolah inipun meghadirkan Kepala Sekolah SD nya, Drs. E. Hafidhudin sebagai peserta Lomba Kepala SD Berprestasi tahun ini.

PD PASAR PAKUAN JAYA SIAP BANGUN PASAR TRADISIONAL YANG NYAMAN, TERPERCAYA & MODERN

KOTA BOGOR – Hal itu dinyatakan oleh Radjab Tampubolon, Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya, dalam dialog interaktif  bersama media beberapa waktu lalu. Mengacu pada visi kota Bogor sebagai kota jasa yang nyaman, masyarakat madani & pemerintahan yang amanah dengan program prioritas: transportasi, PKL, kebersihan & kemiskinan.

Pada 2010, indeks daya beli masyarakat masih rendah, 67, 11 dari IPM 75, 79 (LPPD 2010). Adapun penyebab utamanya laju pertumbuhan ekonomi 6,2% sehingga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat & distribusinya yang tidak merata. Ini terlihat dari Kepala Keluarga miskin yang masih tinggi, PKL yang makin tak terkendali & kriminalitas yang terkait ekonomi meningkat.

Di sisi lain, kemampuan pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi terbatas, maka pembangunan ekonomi harus fokus pada potensi ekonomi wilayah dan masyarakat ril. Maka keberadaan pasar tradisional yang diperkuat dianggap bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru dan membeli barang produk lokal/dalam negeri.

Kelemahan pasar tradisional yang selama ini dikenal tidak aman, kumuh, tidak nyaman, kotor, becek, tidak tertib, takaran tidak sesuai, kualitas barang kurang baik, tawar menawar, macet, dsb, siap dibenahi oleh Perusahaan Daerah yang dipimpin oleh Radjab Tampubolon ini.

Rupanya, mantan ketua KADIN ini sungguh-sungguh dengan ucapannya. Terbukti, ia sudah mempersiapkan Roadmap, Business Plan dan rencana kerjanya untuk 2011 ini dengan begitu detail. Implementasinya sudah mulai terlihat di lapangan, sesuai dengan visi PD Pasar Pakuan Jaya: Menjadi tempat transaksi ekonomi publik yang nyaman, terpercaya & modern.

Ds. PABUARAN-BOJONG GEDE, CALON KUAT JUARA LOMBA DESA

KAB. BOGOR – Desa Pabuaran, Kec. Bojonggede Kab. Bogor, diandalkan untuk bisa mewakili Kabupaten Bogor, diajang lomba desa tingkat Provinsi Jawa Barat. Kemarin desa pimpinan Masduki M. Isa, mulai dinilai tim dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 

Kades Masduki yang memang dikenal dekat dengan warganya ini dianggap mampu memimpin Desa ini, bahkan bisa menjadi contoh bagi Desa/Kelurahan lain di Kabupaten Bogor, bahkan tingkat Propinsi.

“Dengan keunggulan yang dimiliki, kita sangat yakin Pabuaran akan tampil sebagai jawara tingkat Kabupaten Bogor, dan bisa me­wakili Bumi Tegar Beriman pada lomba tingkat provinsi,” kata Camat Bambang Widodo Tawekal,  kemarin saat mendampingi tim penilai.

Desa Pabuaran lanjut Bambang, berada diperbatasan wilayah Depok dengan Kabupaten Bogor dengan kultur masyarakatnya perkotaan, sehingga hanya mengandalkan dari sektor jasa dan perdagangan. “Kenapa saya pilih Pabuaran, alasannya, pihak desa mampu mempertahankan budaya gotong royong dan tingkat kesadaran warganya yang cukup tinggi. Karena, saat ini untuk di perkotaan sudah sangat sulit,” ungkap Bambang.

Salah satunya, lanjut dia, pihak desa mampu menggerakan generasi muda diwilayah tersebut kearah yang lebih baik dengan berbagai kegiatan, dan tidak terbawa arus moderenisasi. “Generasi muda disini berbeda mungkin dengan di wilayah perkotaan lainnya, karena para pemuda disini memiliki kegiatan khusus baik itu pengajian maupun kegiatan lainnya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, ketua rombongan tim penilai Lomba desa Kepala BPMPD Endang Baesuni mengatakan, perlombaan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya yng membutuhkan waktu lama, namun saat ini hanya dibentuk satu tim penilaian, kare­na sudah dilakukan penilaian oleh masing masing SKPD.

 

DINKES KOTA BOGOR SIAPKAN JAMPERSAL Rp 3,7 M

KOTA BOGOR – Program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang dicanangkan Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2010, segera direalisasikan di Kota Bogor pada tahun 2011 ini, Anggaran yang disiapkan untuk mendukung program Jampersal di Kota Bogor yang dikucurkan Kementrian Kesehatan RI sebesar Rp3.787.343.000,-

“Program Jampersal merupakan program persalinan gratis bagi penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan, “ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Triwandha Elan di Kantornya, Selasa (12/4/2011). Triwanda menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk mendukung Jampersal dari Pemerintah pusat sebesar Rp3.787.343.000.

“ Meski anggaran sudah ada, Kami masih harus menyusun program sosialisasi dan teknis pelaksanaannya, “ ujarnya. Ia menjelaskan, bahwa Jampersal berlaku di semua tempat pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas persalinan.

Namun, sebelum pelaksanaannya diberlakukan harus ada MoU terlebih dahulu antara Dinkes dengan Rumah Sakit yang memiliki layanan persalinan. Khusus untuk Puskesmas, kata Triwandha, pihaknya sudah mengumpulkan para kepala Puskesmas diseluruh Kota Bogor. “ Untuk Puskesmas sudah melakukan rapat koordinas untuk membahas program Jampersal, ” kata dr. Dodo sapaan akrab dr. Triwandha Elan.

Lebih lanjut dr. Dodo mengatakan, guna menindaklanjuti program yang digulirkan Kementrian Kesehatan RI ini, Dinkes akan segera melakukan sosialisasi kepada semua rumah sakit yang melayani persalinan “Kita akan segera melakukan sosialisasi, sekaligus menandatangani MoU dengan sepuluh rumah sakit, sembilan rumah bersalin, 201 bidan praktik swasta dan delapan Puskesmas,” terangnya.

Adapun tarif persalinan yang ditanggung dana Jampersal, yaitu sebesar Rp350 ribu per pasien yang menjalani persalinan normal di rumah sakit khusus ruangan kelas III. Selain itu, pasien persalinan normal di rumah sakit, mendapat tambahan biaya empat kali perawatan sebelum melahirkan dan tiga kali pasca lahiran. Dananya sebesar Rp10 ribu per satu kali periksa, sehingga total keseluruhanya biaya yang ditanggung Jampersal Rp420 ribu per pasien,” jelasnya.

Diungkapkan, dana Jampersal hanya diperuntukkan bagi pasien di luar pengguna Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) dan Jamkesmas (Jaminan Ksehatan Masyarakat) “Jadi, dana Jampersal yang diberikan untuk Kota Bogor mencapai lebih dari Rp3,7 miliar diperkirakan akan bisa memenuhi kebutuhan persalinan normal sekitar 9.000 ibu yang melahirkan,” tuturnya.

(Pemkot Bgr)

Ugan Suganda, Kades Kemang Kec. Kemang MEMBANGUN DESA DENGAN KEBERSAMAAN

KAB. BOGOR – Menyusuri sepanjang jalan di Desa Kemang, Kec. Kemang, Kab. Bogor, terasa betul suasana pedesaan yang asri, bersih, tenang & rapi. Ketika BOGORAYA mencoba berdialog dengan warganya, merekapun melayaninya dengan ramah. Karena penasaran, kami menyambangi kantor Desanya, untuk mengetahui bagaimana Desa ini dikelola. Akhirnya kami dapati bahwa Desa ini memang dibangun dengan visi yang jelas.

Adalah Ugan Suganda beserta tim, yang mencanangkan visi itu. Visinya sebagai Kades tertuang dalam visi Desa Kemang: “Terwujudnya Desa Kemang yang maju & bertaqwa, siap membangun secara mandiri, baik sosial, lingkungan & ekonomi, menuju kesejahteraan masyarakat yang hakiki”.

Sedangkan misinya adalah:
1. Prinsip menciptakan usaha-usaha yang mampu memberikan nilal tambah khususnya
bagi keluarga miskin & mengurangi pengangguran di Desa Kemang.
2. Menggali potensi SDM yang berkualitas untuk melahirkan masyarakat Desa Kemang
yang jujur & adil, amanah & dapat dipercaya.
3. Menjadikan masyarakat Desa Kemang yang peduli pada lingkungan, dengan
meningkatkan semangat gotong royong.
4. Menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, ikatan sosial serta menggalang solidaritas
bersama.

Kades Kemang ini sungguh-sungguh dalam merealisasikan visi & misinya tersebut. Konsolidasi yang intens dengan jajarannya dilakukan secara rutin. “Jemput bola”, istilah  Suganda, untuk menggambarkan kunjungan silaturrahim yang rutin dilakukannya kepada seluruh RT, RW, Posyandu, Jama’ah masjid, tokoh masyarakat, warga, dst. “Agar menjadi kebersamaan dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing, demi suksesnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dsb, serta mengantisipasi tindakan anarkis, yang akhir-akhir ini kerap terjadi di daerah lain”, paparnya.

Tentang pendidikan, Kades inipun memiliki perhatian yang besar. Ia berkeyakinan bahwa suatu bangsa tidak akan maju bila tidak ditunjang oleh proses pendidikan yang baik. “Bagaimana nasib bangsa ini ke depannya, tergantung bagaimana kita mempersiapkan  generasi penerus hari ini!”, tegasnya.

Dengan luas wilayah 370 ha dan dihuni 2.553 KK (11.000) jiwa, serta 40%nya petani, tentu membutuhkan manajemen yang baik dalam membangun desa ini. Dalam hal infrastruktur, Desa Kemang betul-betul membutuhkan pembangunan jalan lintas yang memadai, sebagai sarana mobilitas & komunikasi warganya, sehingga dapat mengangkat gerak ekonomi mereka. Sekedar diketahui, “Sudah 2 kali Musrembang, belum ada realisasi. Begitupun dari pihak Dewan dari dapil 6, tidak pernah hadir dalam Musrembang itu, untuk ikut mendengarkan aspirasi warga kami, sekaligus ikut mengkawal realisasinya”, harapnya.

Karenanya, pihak Desa tetap mencoba merealisasikan beberapa kebutuhan pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan dari dana swadaya masyarakat & dengan menggandeng pihak ketiga / perusahaan yang ada di wilayahnya. “Itupun baru 60%”, imbuhnya.

Selain itu, disini dibutuhkan pula Pasar Desa, sebagai sarana kegiatan ekonomi warga, bukan hanya untuk warga Desa Kemang, tapi juga dari desa-desa lain sekitarnya. Untuk realisasinya masih terkendala lahan yang belum tersedia. Tapi bagaimanapun, Kades ini tetap optimis bisa merealisasikannya, tentunya dengan kebersamaan, yang selama ini terus ia pupuk bersama jajaran dan warganya.

ANDI, S.IP, Lurah Cilendek Timur, Kota Bogor UTAMAKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

KOTA BOGOR – Itulah visi utama dari Lurah Cilendek Timur ini. Dengan program-program & bantuan yang digulirkannya, ia berusaha terus menurunkan status kemiskinan di wilayah kerja yang di amanahkan kepadanya.

Ketika ditemui  saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang dihadiri oleh seluruh ketua RT, RW, PKK, LPM, DKM,  dalam hal infrastruktur, Kelurahan yang menjadi juara 3 KB-Kes ini  memprioritaskan pengaspalan jalan, pembuatan turag, perbaikan saluran air/drainase untuk mengantisipasi banjir, sebagai dampak perubahan iklim & kepadatan penduduk yang berakibat drainase semakin mengecil . Juga diajukan pembangunan kantor kelurahan.

Lurah yang sudah berpengalaman dinas di BKKBN, Dinas Kesehatan, Kel. Mekar Wangi & Sukadamai ini berpendapat bahwa, “Jika kesejahteraan sudah meningkat, persoalan infrastuktur menjadi lebih mudah. Begitu pula dalam bekerja, yang penting bisa diterima oleh masyarakat, jangan hanya terpaku pada simbol-simbol penghargaan, walaupun tetap perlu untuk mengukur kinerja”.

Dalam hal teamwork, Lurah dengan tiga putera ini, “Mengutamakan sinergi dengan struktur & lembaga yang ada, memperkuat RT/RW, LPM, DKM, dsb, sehingga kerja pemerintahan menjadi lancar & permasalahan bisa dipecahkan”, demikian kiatnya dalam memimpin.

Hj. ELI YULIANA, S.Pd, MM, Lurah Loji : IBU KARTINI DARI KOTA BOGOR

KOTA BOGOR – Mungkin itulah julukan yang pantas bagi Ibu Lurah yang satu ini. Kiprahnya sebagai seorang wanita, sungguh luar biasa. Tak sekedar pandai bervisi, ibu dengan tiga putra inipun mampu menjelmakan visi itu dalam kehidupannya, baik sebagai pemimpin bagi masyarakatnya, maupun kodratnya sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Saat ditemui BOGORAYA usai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di kantornya, beliau menuturkan, “Dari waktu ke waktu, saya ingin terus mengingkatkan kinerja, saya inginkan yang terbaik bagi masyarakat Loji”. Ungkapan itu bukan sekedar basa basi, diantaranya terbukti dengan semakin turunnya angka kemiskinan di kelurahannya sebanyak 6% sampai sekarang.

Selain itu, adanya program Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) yang dalam pelaksanaannya di dampingi pihak IPB, untuk mensinergikan program-program di wilayahnya. Dalam hal pemberdayaan masyarakatnya, Ibu Eli memang sangat fokus. Sejak Mei 2010, beliau telah membina “Sekolah Perempuan Aktif & Kreatif” di kelurahannya, yang diawali dari 23 orang peserta di RW 03.

Komitmennya pada pemberdayaan masyarakat tak diragukan lagi, ibu Eli sering memberi motivasi kepada masyarakatnya agar mengembangkan potensi dirinya, sehingga mampu hidup mandiri & meningkat taraf hidupnya. Tak heran, kini di wilayahnya telah berkembang sentra-sentra usaha masyarakat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.