KOTA BOGOR – Kabar gembira bagi warga dari keluarga miskin/gakin di kota Bogor. Berdasarkan hasil kesepakatan antara Dinas Kesehatan Kota Bogor dengan pihak Rumah Sakit di kota & kab. Bogor plus RS rujukan di Jakarta (RSCM & Fatmawati), Dinkes yang dikepalai dr. Dodo Triwandha Elan, M. Kes, menjamin pelayanan kesehatan gratis 100% bagi warga yang memiliki kartu Jamkesmas & SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dan dirawat di kelas 3.

Pada pertemuan yang diadakan di Aula Dinkes Kota Bogor (9/2/2011) itu, dihasilkan 7 butir kesepakatan/MoU. Diantaranya bahwa pelayanan Jamkesmas & SKTM menggunakan tarif INA-DRG (Tarif yang ditetapkan pusat) sesuai kelas RS. Selain itu, RS tidak boleh menolak pasien dalam keadaan gawat darurat, dan harus mengatasi emergency terlebih dahulu. Pasien Jamkesmas pun tidak boleh dikenai uang muka/iur biaya.

dr. Triwandha menegaskan, “Karena sudah ada jaminan 100%, tolong ditangani (gakin-Red), pasti kami bayar! Begitu anggaran habis, kami akan minta tambahan. Lanjutnya, “Dinkes akan deposit dana APBD yang dititip di RS-RS untuk keadaan darurat gakin, agar pihak RS tidak gamang dalam menangani pasien tersebut”, paparnya meyakinkan.

Kini, tidak ada alasan lagi bagi pihak RS untuk menolak pasien gakin, apalagi bila dengan alasan yang dibuat-buat. “Bila ada pihak RS yang menolak gakin dengan alasan yang dibuat-buat, laporkan pada saya! Saya akan berikan teguran, mulai dari lisan, tertulis, sampai pada pencabutan izinnya! Itu komitmen saya untuk keluarga miskin”, tegasnya, saat diwawancarai usai acara tersebut.