KAB. BOGOR – Menyusuri sepanjang jalan di Desa Kemang, Kec. Kemang, Kab. Bogor, terasa betul suasana pedesaan yang asri, bersih, tenang & rapi. Ketika BOGORAYA mencoba berdialog dengan warganya, merekapun melayaninya dengan ramah. Karena penasaran, kami menyambangi kantor Desanya, untuk mengetahui bagaimana Desa ini dikelola. Akhirnya kami dapati bahwa Desa ini memang dibangun dengan visi yang jelas.

Adalah Ugan Suganda beserta tim, yang mencanangkan visi itu. Visinya sebagai Kades tertuang dalam visi Desa Kemang: “Terwujudnya Desa Kemang yang maju & bertaqwa, siap membangun secara mandiri, baik sosial, lingkungan & ekonomi, menuju kesejahteraan masyarakat yang hakiki”.

Sedangkan misinya adalah:
1. Prinsip menciptakan usaha-usaha yang mampu memberikan nilal tambah khususnya
bagi keluarga miskin & mengurangi pengangguran di Desa Kemang.
2. Menggali potensi SDM yang berkualitas untuk melahirkan masyarakat Desa Kemang
yang jujur & adil, amanah & dapat dipercaya.
3. Menjadikan masyarakat Desa Kemang yang peduli pada lingkungan, dengan
meningkatkan semangat gotong royong.
4. Menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, ikatan sosial serta menggalang solidaritas
bersama.

Kades Kemang ini sungguh-sungguh dalam merealisasikan visi & misinya tersebut. Konsolidasi yang intens dengan jajarannya dilakukan secara rutin. “Jemput bola”, istilah  Suganda, untuk menggambarkan kunjungan silaturrahim yang rutin dilakukannya kepada seluruh RT, RW, Posyandu, Jama’ah masjid, tokoh masyarakat, warga, dst. “Agar menjadi kebersamaan dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing, demi suksesnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dsb, serta mengantisipasi tindakan anarkis, yang akhir-akhir ini kerap terjadi di daerah lain”, paparnya.

Tentang pendidikan, Kades inipun memiliki perhatian yang besar. Ia berkeyakinan bahwa suatu bangsa tidak akan maju bila tidak ditunjang oleh proses pendidikan yang baik. “Bagaimana nasib bangsa ini ke depannya, tergantung bagaimana kita mempersiapkan  generasi penerus hari ini!”, tegasnya.

Dengan luas wilayah 370 ha dan dihuni 2.553 KK (11.000) jiwa, serta 40%nya petani, tentu membutuhkan manajemen yang baik dalam membangun desa ini. Dalam hal infrastruktur, Desa Kemang betul-betul membutuhkan pembangunan jalan lintas yang memadai, sebagai sarana mobilitas & komunikasi warganya, sehingga dapat mengangkat gerak ekonomi mereka. Sekedar diketahui, “Sudah 2 kali Musrembang, belum ada realisasi. Begitupun dari pihak Dewan dari dapil 6, tidak pernah hadir dalam Musrembang itu, untuk ikut mendengarkan aspirasi warga kami, sekaligus ikut mengkawal realisasinya”, harapnya.

Karenanya, pihak Desa tetap mencoba merealisasikan beberapa kebutuhan pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan dari dana swadaya masyarakat & dengan menggandeng pihak ketiga / perusahaan yang ada di wilayahnya. “Itupun baru 60%”, imbuhnya.

Selain itu, disini dibutuhkan pula Pasar Desa, sebagai sarana kegiatan ekonomi warga, bukan hanya untuk warga Desa Kemang, tapi juga dari desa-desa lain sekitarnya. Untuk realisasinya masih terkendala lahan yang belum tersedia. Tapi bagaimanapun, Kades ini tetap optimis bisa merealisasikannya, tentunya dengan kebersamaan, yang selama ini terus ia pupuk bersama jajaran dan warganya.