KOTA BOGOR – Hal itu dinyatakan oleh Radjab Tampubolon, Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya, dalam dialog interaktif  bersama media beberapa waktu lalu. Mengacu pada visi kota Bogor sebagai kota jasa yang nyaman, masyarakat madani & pemerintahan yang amanah dengan program prioritas: transportasi, PKL, kebersihan & kemiskinan.

Pada 2010, indeks daya beli masyarakat masih rendah, 67, 11 dari IPM 75, 79 (LPPD 2010). Adapun penyebab utamanya laju pertumbuhan ekonomi 6,2% sehingga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat & distribusinya yang tidak merata. Ini terlihat dari Kepala Keluarga miskin yang masih tinggi, PKL yang makin tak terkendali & kriminalitas yang terkait ekonomi meningkat.

Di sisi lain, kemampuan pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi terbatas, maka pembangunan ekonomi harus fokus pada potensi ekonomi wilayah dan masyarakat ril. Maka keberadaan pasar tradisional yang diperkuat dianggap bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru dan membeli barang produk lokal/dalam negeri.

Kelemahan pasar tradisional yang selama ini dikenal tidak aman, kumuh, tidak nyaman, kotor, becek, tidak tertib, takaran tidak sesuai, kualitas barang kurang baik, tawar menawar, macet, dsb, siap dibenahi oleh Perusahaan Daerah yang dipimpin oleh Radjab Tampubolon ini.

Rupanya, mantan ketua KADIN ini sungguh-sungguh dengan ucapannya. Terbukti, ia sudah mempersiapkan Roadmap, Business Plan dan rencana kerjanya untuk 2011 ini dengan begitu detail. Implementasinya sudah mulai terlihat di lapangan, sesuai dengan visi PD Pasar Pakuan Jaya: Menjadi tempat transaksi ekonomi publik yang nyaman, terpercaya & modern.