KOTA BOGOR – Pembaca yth, Jika Anda memiliki uang recehan Rp 100,- apa yang akan Anda perbuat..? Beli bakso..? Beli sendal jepit..? Di zaman serba mahal seperti sekarang ini, jangankan untuk beli bakso atau sendal jepit, untuk beli sebutir permen saja sudah tidak laku! Akhirnya, banyak recehan seperti itu akhirnya terbuang percuma.

Tapi pernahkah Anda berfikir, kalau ternyata recehan itu bisa sangat bermanfaat ketika dimenej dengan baik?

Adalah Lurah Mulyaharja, Usman Tz, yang melihat potensi recehan cepe’ itu untuk kepentingan warganya yang tidak mampu. Lurah dari Bogor Selatan ini menggulirkan program Seratus Rupiah per hari per Kepala Keluarga yang ada di wilayah kerjanya, untuk membantu warganya yang kurang mampu. Diantaranya untuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni serta membantu biaya proses perawatan kesehatan. Gambaran potensinya yaitu jumlah KK 4.351 x Rp 100,-/hari. Dalam sebulan? Setahun? Silakan hitung sendiri.

Dijelaskannya mengenai tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kepedulian sosial warganya dan untuk lebih mendukung program pengentasan kemiskinan dan program jaminan kesehatan. Selain itu, sejalan dengan visi & program Pemkot Bogor.

Mengenai kesehatan warga miskin yang sudah dijamin Pemerintah -dengan menyertakan  Jamkesmas/Jamkesda/Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)- Utsman menggambarkan, “Untuk proses evakuasi/transportasi, kebutuhan selama di Rumah Sakit dan sebagainya‘kan tidak dijamin, mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit”.

Tentang teknisnya, orang pertama di Mulyaharja ini mengungkapkan, “Dananya dikumpulkan lewat RT-RW setempat, lalu disetorkan ke Kelurahan, yang langsung disetor ke Bank, jadi dananya tidak disimpan di Kelurahan dan ada komite yang ikut mengawasi saat penggunaannya”.

Diakui oleh Usman, inspirasi program ini dari Talkshow salah satu media TV. “Mencontoh yang baik tidak ada salahnya, dan kita mulai dari yang mau dulu, kita kelola. Insya Alloh yang lain akan mengikuti, setelah mereka faham manfaat riil yang dirasakan warga. Arah ke depannya, Insya Alloh akan menjadi gerakan ZIS (Zakat-Infaq-Shodaqoh)”.

Sebagai penutup dialognya dengan BOGORAYA, diungkapkannya, “Janganlah kita banyak bicara/retorika. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan saja! sekecil apapun”.

Oke deh Pak, Semoga istiqomah & diridhoi Alloh!

(Red. Adhie)