Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR–Dari empat yang menjadi sasaran program bakti TNI Keluarga Berencana (KB) Kesehatan tahun 2011 salah satunya adalah wilayah Kumisan (Kumuh, Miskin Perkotaan).
“Kita berharap semua wilayah kumisan di Kota Bogor akan terlayani program KB Kes terpadu, “ pinta Komandan Kodim 0606 Kota Bogor Letkol Kav Sinyo Sip ketika membuka rapat Koordinasi program Bakti TNI KB Kesehatan terpadu wilayah Kota Bogor di Makodim 0606 Kota Bogor Jalan Sudirman, Kamis (9/6/2011).Pembukaan rakor dihadiri pejabat instansi terkait diantaranya hadir Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Hj Fauziah Diani Budiarto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Triwanda Elan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BMKB) Hj. Nia Kurniasih.Dandim menyebutkan,  ada empat sasaran dalam program bakti TNI KB Kes tahun 2011 selain wilayah kumisan, tiga sasaran lainnya yaitu wilayah  bareta (bantaran rel kereta api), wilayah galcitas (tertinggal, terpencil dan perbatasan) dan wilayah ranca (rawan bencana).Menurut Dandim Sinyo, bakti TNI Kes tersebut merupakan implementasi dari kesepakatan antara mabes TNI dan BKKBN pusat. Hal ini merupakan salah satu bentuk kegiatan bakti TNI yang berkaitan dengan unsur lintas sektoral dalam bidang ksehatan dan KB yang bersinergi dengan program pemerintah terutama pada masyarakat pra sejahtera dan sejahtera I.

Sedangkan tujuan dan efisiensi dari kegiatan bakti TNI KB terpadu ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Kita berharap akumulasi dari kegiatan ini dapat bermuara pada pencapaian kondisi ketahanan nasional yang handal dan kokoh sehingga kedaulatan dan keutuhan bangsa dapat selalu ditegakkan,”ungkapnya.

Sementara itu Sekdakot Bogor Bambang Gunawan berharap melalui kegiatan bakti TNI KB Kes terpadu akan dapat menghasilkan beberapa capaian yang lebih baik, terutama dalam capaian jumlah peserta KB baru.

Sejauh ini, diakui Bambang, bahwa kegiatan bakti TNI KB Kes terpadu telah menjadi salah satu tumpuan untuk mengatasi beberapa persoalan yang menghambat kelancaran pelaksanaan program KB dimasyarakat, diantaranya melemahnya kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengikuti program KB yang disebabkan oleh perubahan sikap dan prilaku masyarakat itu sendiri.

Faktor lainnya, kata Bambang,  mulai melemahnya sebagian masyarakat antara  lain karena alasan ekonomis. “ Kita berharap TNI bisa mengajak masyarakat untuk kembali peduli terhadap program KB dan seluruh masyarakat yang terkendala masalah ekonomi bisa ikut terbantu, termasuk diantaranya seperti pengadaan dan pemakaian alat-alat kontrasepsi, “ pintanya.

Pada kesempatan tersebut Dandim 0606 Kota Bogor menyerahkan juknis (petunjuk teknis) mengenai program bakti TNI KB Kes terpadu kepada enam Danramil yang ada diwilayah Kota Bogor. (Adhie)