WALIKOTA HARAPKAN BUKTI PELAYANAN PRIMA

 

 

Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Walikota Bogor Diani Budiarto menyambut gembira penyerahan sertifikat International Organization for Standardization (ISO) 9001-2008 yang kini dikantongi oleh Puskesmas Bogor Timur dan Puskesmas Bogor Selatan.

Meski demikian, Diani mengharapkan agar kedua puskesmas tersebut mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua Puskesmas di Kota Bogor telah resmi mengantongi sertifikat ISO 9001-2008. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh General manager World Quality Assurance (WQA) Widayanti kepada Walikota Bogor Diani Budiarto, Kamis (30/6/2011). Diani menyadari, proses panjang yang telah dikerahkan oleh Dinas terkait untuk mewujudkan standar pelayanan kesehatan di dua puskesmas itu. Mulai dari petugas di Puskesmas, petugas di Dinas Kesehatan hingga konsultan.Diani mengharapkan agar sertifikat tersebut bukan hanya sekedar pemanis figura belaka. Tetapi betul-betul dibuktikan dengan pelayanan kesehatan sehari-hari di dua puskesmas itu. Para petugas kesehatan harus memastikan bahwa dengan adanya sertifikat, dapat memuaskan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang optimal.“Yang paling berat adalah bagaimana mengimplementasikan dan membuktikan kepada publik dengan mendesain SOP (Standar Operasional Prosedur) yang betul-betul menghasilkan pelayanan prima,” tantang Diani.Diani mengatakan, bahwa upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi warga Bogor telah dirintis sejak tahu 2004. Dengan harapan, pelayanan kesehatan yang allout akan memberikan pelayanan yang terbaik. Sehingga tidak satpun warga Kota Bogor yang tidak terlayani.

Diani pun mengajak SKPD lain, yang belum mengantongi ISO, agar tertantang untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Diani mengharapkan agar semua SKPD bertanya pada diri sendiri apakah masyarakat sudah puas dengan pelayanan yang sudah diberikan di mana pun bertugas.

“Pada para SKPD yang belum mendapat ISO, tidak perlu cemas dan khawatir. Justru dengan ISO yang sudah di dapat di beberapa instansi, menjadi pendorong bagi SKPD lain untuk menerapkan sistem yang terbaik untuk melayani masyarakat walau tanpa sertifikat,” tambah Diani.

Dalam kesempatan yang sama, Diani berkesempatan meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Bogor Timur. Sekitar pukul 11.00 WIB, puskesmas yang terletak di Jalan Pakuan, masih terlihat penuh sesak oleh pasien, baik pasien di Balai Pengobatan Umum maupun di Balai Pengobatan Gigi. Sekitar 32 petugas kesehatan Puskesmas Botim masih melayani pasien dengan beragam keluhan yang memadati ruang tunggu. (Adhie/Pmkt)