Jurnal INDONESIA, KAB. BOGOR—Dalam upaya menjamin kehidupan masyarakat yang tenteram & bersih dari kemaksiatan, Pemerintah beserta unsur-unsur terkait, tentu harus lebih teliti terhadap tempat-tempat yang diduga menjadi sarang maksiat, yang liar maupun berizin. Karena ada indikasi beberapa tempat menyalahgunakan izin yang diberikan. Salah satunya yang terjadi di KabupatenBogor. Apalagi, daerah ini sudah mencanangkan untuk terus menggalakkan program NOBAT: Nongol, Babat!

Tentang hal tersebut, Jurnal INDONESIAmelakukan konfirmasi dengan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yanwar, SH (AMY).

Tentang NOBAT yang belum dipayungi Perda khusus, AMY menyatakan, “NOBAT itu kan merk, bukan satu aturan. Merk dari sekian banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam memberantas tempat-tempat maksiat dan beberapa tempat yang tidak ada izin. Jadi, Nobat tetap jalan, karena ada Perda No. 8 tentang ketertiban umum”, tegasnya.

Ketika disinggung mengenai kendalanya, misalnya ketika adanya pelarangan dari pihak pengelola salah satu Hotel di Jampang-Parung, terhadap aparat dari Polisi Militer yang hendak mencari anggota TNI yang diduga berada di tempat tersebut, AMY menanggapi, ”Sehebat apa mereka sampai bisa melarang masuk..? Tujuannya PM itu kan dalam rangka mencari anggotanya yang keluar malam. Seharusnya boleh-boleh saja..!”.

AMY yang juga ketua DPC PPP Kab.Bogor ini melanjutkan, “Pihak Pemda juga sudah  menduga bahwa tempat itu memang menyalahi aturan. Dan ini juga harus dikaji oleh Pemda. Di tempat itu apakah layak  untuk hotel, apalagi di kampung masyarakat seperti itu. Hotel itukanidealnya tempat orang untuk menginap dalam kondisi sedang berbisnis, atau dekat dengan tempat liburan/wisata. Jadi harus dievaluasi tempat-tempat seperti itu, karena saya fikir itu hanya tempat hiburan berkedok hotel ! Dan mereka berlindung dibalik fasilitas hotel, yang seharusnya tidak ada uang tiket masuk, dsb. Izinnya hanya untuk hotel, tempat hiburannya tidak ada izin. Itu yang harus disikapi  Pemda”, pungkasnya. (Adhie)