Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Kekhawatiran sebagian kalangan  mengenai ketetapan Walikota Bogor, bahwa dihentikannya iklan Rokok akan berpengaruh terhadap PAD, terjawab sudah. Karena, meski iklan rokok di Kota Bogor dilarang, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan.  Kini iklan rokok yang tersebar di Kota Bogor tinggal 13 buah.

Hal  itu diungkapkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Triwanda Elan didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) drg, Naniek Widayani dan Dinkes Kota Bogor, dan Ketua LSM No Tobacco Communinty (No TC) Acep Suhaemi ketika menyampaikan pemaparan mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota  Bogor, di Aula Dinkes Kota Bogor  Kamis (14/7/2011).

Triwanda yang baru memasuki pensiun sebagai PNS dilingkungan Pemerintah Kota Bogor 1 Juli lalu memaparkan secara rinci pemasukan dari pajak iklan rokok yang diterima Pemerintah Kota Bogor sejak tahun 2008

Ia menjelaskan, sejak dikeluarkannya larangan iklan rokok di Kota Bogor pemasukan pajak dari ikan mengalami penurunan.  Pada tahun 2008 terdapat 372 ikan rokok dengan pemasukan pajak mencapai Rp3 miliar, tahun 2009 ada 262 iklan rokok pemasukan pajaknya diperoleh Rp2,8 miliar, pada tahun 2010  masih terdapat 77 iklan rokok dengan pemasukan pajak Rp 1,7 milar. Dan, terakhir hingga pertengahan 2011 masih ada 13 iklan rokok.

“Pemerintah Kota Bogor telah berkomitmen tidak ada lagi perpanjangan kontrak iklan rokok. Sedangkan  sisa 13 iklan rokok yang masih terpampang di Kota Bogor menunggu habis masa kontraknya, “ kata Triwanda.

Lebih lanjut Triwanda mengatakan,  meskipun Pemerintah Kota Bogor kehilangan pemasukan dari pajak iklan rokok, kenyataannya dari PAD setiap tahun mengalami peningkatan.  “ Adanya peningkatan PAD ini diperoleh dari pajak lainnya sebagai pengganti iklan rokok seperti diantarangnnya pemasukan dari pajak iklan selluler yang cukup tinggi, “ jelas dr. Dodo sapaan akrab Triwanda.

Dr. Dodo memaparkan peningkatan PAD Kota Bogor sejak tahun 2008 hingga tahun 2010. Pada tahun PAD Kota Bogor hanya Rp 80 miliar meningkat pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp102 miliar dan pada tahun 2010 meningkat lagi menjadi Rp127 miliar.  “ Jadi, hilangnnya iklan rokok tidak terpengaruh terdahadap PAD Kota Bogor, imbuhnya. (Adhie/Pmkt)