Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Guna mengantisipasi dampak perubahan iklim atau akrab disebut climate change, Rabu (20/7/2011) ditanam sejumlah 1550 pohon dengan beragam jenis. Penanaman pohon dilakukan di Kelurahan Genteng RT 02 RW 08, Kecamatan Bogor Selatan.

Ribuan pohon ini ditanam sehubungan dengan HUT Bhayangkara Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Walikota Bogor mengawali penanaman pohon dan diikuti oleh anggota dandim, anggota kepolisian Kota Bogor, mitra Polri, FKPM, anggota klub motor, Sakabhayangkara, juga masyarakat dan tokoh masyarakat Kota Bogor.

Dari 1550 pohon yang ditanam, terdapat jenis pohon seperti trambesi, flamboyan, mahoni, sengon, dan kayu manis. Pohon trambesi atau Albizia Saman merupakan salah satu jenis pohon yang mampu menyerap karbon dioksida 28,5 ton per tahun. Trembesi memiliki sistem perakaran yang mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara.

Kandungan 78 persen nitrogen di udara memungkinkan trembesi bisa hidup di lahan-lahan marjinal, juga lahan-lahan kritis, seperti bekas tambang, bahkan mampu bertahan pada keasaman tanah yang tinggi.

Bentuk fisik trembesi yang memiliki tajuk yang luas sekaligus tebal, membuat cahaya matahari sulit menembus. Trembesi biasa ditanam sebagai perindang, termasuk perindang pada penampungan kayu kehutanan.Trembesi cepat tumbuh, dalam lima tahun diameter batang bisa mencapai 25 sentimeter-30 sentimeter.

Sementara pohon mahoni yang selama ini dikenal sebagai penyejuk jalanan, berdasarkan penelitian di laboratorium, pohon mahoni termasuk pohon yang bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69%.

Pohon mahoni yang ditanam di hutan kota atau sepanjang jalan berfungsi sebagai filter udara dan daerah tangkapan air. Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya.

Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan “mengikat” air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air.

Sesuai dengan kontur tanah yang miring, gundul dan rawan longsor di sekitar Kelurahan Genteng, Diani mengharapkan agar penanaman 1550 pohon bisa memberikan kontribusi positif bagi permasalahan di atas.

“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh ulama dan RW dan RW. Mudah-mudahan tidak hanya di tempat ini. Tetapi dilanjutkan dengan bekerja sama dengan RT dan RW yang memiliki lokasi yang masih dimungkinkan menanam pohon,” demikian Diani. (Adi/Pmkt)