Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1432 hijriah raja dangdut Rhoma Irama berkumpul bersama ribuan umat Islam di Kota Bogor, Sabtu (23/7/2011)

Kedatangan Rhoma Irama ke Kota Bogor bukan untuk melantunkan lagu dangdut bersama grup sonetanya, tapi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat   Fahmi Tamami (Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla Indonesia) tersebut datang ke Kota Bogor untuk menyampaikan ceramah tentang hikmah bulan Ramadhan

Rhoma Irama tampil memukau dihadapan ribuan umat Islam  di Masjid Nurul Ma’i PDAM Tirta Pakuan Jalan Siliwangi dalam Tabligh Akbar yang digelar Pemerintah  Kota Bogor.  Diantara ribuan jamaah nampak hadir Walikota Bogor Diani Budiarto, Muspida dan Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Memet Gunawan

Mengutif salah satu hadist Nabi,  Rhoma Irama mengatakan, seandainya umatku mengerti keberkahan-keberkahan dan kelipatan-kelipatan bulan Ramadhan, pasti meraka menginginkan seluruh bulan semunya Ramadhan.  “Ini artinya peluang masuk surga sangat besar di bulan Ramadhan, “kata dia

Rhoma mengatakan, dibulan Ramadhan pintu neraka ditutup. Ini maksudnya, peluang untuk mengindari neraka ada di bulan Ramadhan.  Puasa di bulan Ramadhan harus dilakukan dengan “Imanan”, artinya karena iman, menjalankan ibadah puasa  bukan ingin dipuji, tapi puasa harus semata hanya karena Allah SWT.

Selanjutnya, puasa bukan hanya sekedar mengosongkan perut, tapi puasa dengan pikiran, mata, telinga dan berpuasa hati yakni menjauhkan diri dari sifat-sifat yang tercela.

Oleh karena itu, jika ini bisa dilakukan akan dihapuskan seluruh dosa-dosanya yang telah lalu. Bahkan, Rasulullah SAW mengatakan, barang siapa puasa Ramadhan dan sholat tarawih maka pada 1 syawal akan dikeluarkan dari dosa-dosanya seperti ia dilahirkan oleh ibunya.  “ Setiap yang dilahirkan berada dalam keadaan suci tanpa dosa, Jadi seperti itu jika puasa  dengan iman, “ tutur Rhoma Irama.

Diakhir ceramahnya Rhoma Irama sempat didaulat oleh jamaah yang hadir untuk melantunkan lagu.  Atas permintaan jamaah Rhoma pun memenuhi  permintaan jamaah melantunkan sebuah lagu berjudul“ Doa Ibu”.

Walaupun lagu yang dilantunkankan Rhoma tanpa diiringi musik, jamaah merasa tersentuh karena lagu Rhoma ini berisi nasihat untuk menghormati seorang ibu yang telah melahirkan, sehingga tak heran ada jamaah meneteskan air mata karena saking terharunya mendengar lagu tersebut.   “Mendengar lagu ini  jadi teringat ibu saya yang telah meninggal dunia, “ kata Siti Kholilah salah satu jamaah meneteskan air matanya teringat kepada ibunya. (Agustika/Adi)