Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Dinas Pendidikan Kota Bogor menggelar Pesantren Kilat Ramadhan 1432 H di GOR Pajajaran, dibuka Kamis (4/8/2011) oleh Sekda Bambang Gunawan. Tujuannya, untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar Kota Bogor.  Adapun tema yang diangkat dalam penyelenggaraan tahun ini adalah “BERBAGI SEBAGAI GAYA HIDUP PELAJAR BOGOR”.

Tema ini disesuaikan dengan penerapan Gerakan Seribu Cinta Untuk Senyum Sesama (Gebu Cinta) yang bertujuan meningkatkan kepedulian para siswa.  Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aim Halim Hermana, para Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK dan ribuan pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kota  Bogor.

“Sejak diluncurkan 4 Maret 2010, Gebu Cinta telah banyak berperan dalam menguatkan pesan kepedulian di tengah pelajar Kota Bogor,” ungkap Kepala Disdik, Aim Halim Hermana.

Bahkan di beberapa sekolah, lanjut Aim, gerakan ini telah mampu mencapai angka 1 juta rupiah setiap pengumpulan. “Pengurus celengan Gebu Cinta pun telah membuat program seperti seperti membantu pembayaran SPP atau membelikan sepatu baru bagi teman yang tidak mampu,” tuturnya.

Aksi kepedulian para pelajar pun telah merambah ke wilayah yang lebih luas. “Pada bulan Juni lalu aksi kepedulian pelajar Kota Bogor terwujud lewat pemberian bantuan sembako pada 40 warga fakir dan aksi bedah rumah seorang warga di Sukamulya, Kelurahan Sukasari,” urai Aim.

Terkait hal tersebut, Aim berharap pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan tahun ini dapat menguatkan pesan kepedulian gerakan Gebu Cinta yang didukung oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Bogor ini.

Sementara itu Walikota Bogor Diani Budiarto, dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekdakot Bogor Bambang Gunawan, menyampaikan bahwa keberadaan pesantren kilat menjadi penting bagi pelajar. Hal ini dikarenakan besarnya tantangan arus globalisasi yang menerpa mereka.

“Sebagian remaja kita lupa akan nilai agama dalam pergaulan. Globalisasi pun telah banyak berperan dalam menjadikan hedonisme dan semangat individual menjadi pemandangan umum di kalangan pelajar,” urai Diani.

Untuk itu Diani mengimbau kepada para Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kota Bogor untuk menjadwalkan pelaksanaan Sanlat di sekolah masing-masing sebagai upaya membentengi diri sekaligus upaya pendidikan karakter.

“Terkait dengan Gebu Cinta, kita berharap akan menjadi gerbong yang mampu menjadikan pelajar Kota Bogor sebagai generasi yang peka, peduli, dan mau meringankan beban sesama,” ungkapnya.

Gelaran Open Mind Pesantren Kilat 1432 H ini diawali penampilan marawis siswi MAN 3 Kota Bogor dan dilanjutkan sajian musik 2 warna dari siswa SMK Rimba Madya serta Inspiring Moment oleh Kang Heriyadi. Hadir sebagai bintang tamu, Oki Setiana Dewi, pemain Film “Ketika Cinta Bertasbih” yang ikut memeriahkan acara. [Adhie/Pmk]