Jurnal INDONESIA, KOTA BOGOR— Dalam rangka menjaga kesucian bulan Ramadhan, Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan menerbitkan Surat Perintah No. 300/Sprint.713-pem, guna memantau Tempat Hiburan Malam (THM), Sprint tersebut memerintahkan para pejabat yang ditunjuk untuk melakukan monitoring penutupan THM di bulan Ramadhan 1432 H ini.

Sebanyak 13 pejabat yang ditunjuk dalam sprint tersebut secara terperinci ditugaskan melaksanakan monitoring THM pada minggu ke-2 dan ke-3 di bulan Agustus 2011. Sejumlah pimpinan SKPD juga diminta mengikutsertakan personilnya untuk ikut memonitor pelaksanaan SK Walikota No 241 tahun 2011 perihal penutupan sementara THM.

“Dari hasil monitoring pada Sabtu (13/8/2011) malam, tidak ada THM yang buka. Kita sudah evaluasi,” kata Ketua Tim Monitoring THM Ade Sarip Hidayat, Senin (15/8/2011).

Ade berterima kasih kepada para pengusaha THM yang telah mentaati peraturan yang diberlakukan selama bulan suci Ramadhan tersebut. Ke depan, sesuai dengan sprint di atas, tim terus akan melakukan monitoring. Ade berharap, kondisi di Kota Bogor tetap kondusif untuk menciptakan suasana yang tenteram, nyaman, dan khidmat bagi umat muslim dalam menjalankan puasa.

Sebagaimana tertuang dalam SK di atas, apabila yang bersangkutan melanggar, akan dikenakan sanksi pencabutan Izin Tempat Usaha atau Izin Gangguan serta sanksi-sanksi lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Penutupan sementara THM dilakukan terhitung mulai 3 hari sebelum bulan Ramadhan 1432 Hijriah atau pada tanggal 28 Juli 2011 mulai pukul 00.00 sampai dengan 3 hari setelah bulan Ramadhan 1432 Hijriah atau pada tanggal 5 September 2011.

Ketentuan ini, berlaku bagi semua tempat hiburan seperti diskotik, karaoke, sanggar diskotik, dan live musik serta tempat yang menyelenggarakan permainan biliar. Pertunjukan live music termasuk yang diselenggarakan di hotel, mall, dan restoran.

Tempat-tempat permainan ketangkasan seperti tv games, dan yang mengandung unsur perjudian, serta tempat panti pijat dan tempat-tempat hiburan yang akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat  tempat hiburan dan rumah biliar dalam menjalankan ibadah puasa juga ditutup sementara. [Adhie/Pmk]